hmm...
for years...
I love nobody but you
are u a supercute man? No.
are u a romantic one? No.
is it as beautiful as a fairytale? No.
is it a happy-ending story? No.
But still... couldn't love anybody but you...
for years...
I love nobody but you
are u a supercute man? No.
are u a romantic one? No.
is it as beautiful as a fairytale? No.
is it a happy-ending story? No.
But still... couldn't love anybody but you...
ahhh... sialan kau Andrea Hirata, gara-gara kau aku tak tidur semalam suntuk!
Luar biasa! satu kata mewakili penulis yang satu ini. Aku pikir Laskar Pelangi sudah merupakan puncak karya-nya, tetapi ketika mulai membaca lembar demi lembar novel Sang Pemimpi (buku kedua dr tetralogi Laskar Pelangi), aku tak bisa berhenti.
Bahkan, dengan kekuatan laksana orang sakaw, aku melanjutkan lagi
dengan Edensor (buku ketiga) sampai tuntas... dan tak sabar menunggu Maryamah Karpov
(buku terakhir) beredar di toko2 buku! Tulisan Andrea terus
berkembang... menuju sebuah masterpiece...! Membaca Sang Pemimpi dan
Edensor... aku menangis dan tertawa berbarengan!!
Andrea adalah seorang Master dalam mengamati kehidupan. Aku menemukan
rahasia dalam kesuksesan bukunya: dari awal, dia menganggap penting
semua peristiwa dan pribadi yang singgah dalam hidupnya, semuanya
memberi kesan. Aku tak hanya jatuh cinta pada Ikal, tapi pada hampir
semua tokoh dlm memoarnya, pada Lintang, pada Arai, pada Bu Mus, pada
Mahar...! Ahh... aku tercenung, entah berapa kali orang lain dan
berbagai peristiwa kuanggap hanya angin lalu, "tak penting", ujarku
dalam hati.
Akhirnya... tadi malam...dengan tulang berasa patah2 karena fitness yg
ga jelas aturannya, berbekal 2 cangkir kopi, 4 teh kotak, 2 bungkus
Indomie (bayangkan!! 2 bungkus jek!), dan 1 keping coklat Milka... aku
tak tidur semalaman, membaca tuntas Sang Pemimpi dan Edensor!! Rekor
baru terhadap kecanduan membacaku. Hanya pernah 1 buku yang membuatku nyaris tak tidur, Madame Wu-nya Pearl S. Buck, yg menurutku salah satu novel terbaik di dunia...
damn... Aku benar2 jatuh cinta pada sesosok pribadi bernama Ikal....
Laskar Pelangi adalah salah satu dari tetralogi karya Andrea Hirata, novel Indonesia yg paling sering disebut akhir-akhir ini. Karna penasaran, aku akhirnya membelinya dua hari yang lalu... dan benar2 terlarut dalam emosi yang diciptakan oleh penulisnya.
Hanya ada 2 buku yg pernah membuatku menangis, yang pertama adalah What's so Amazing about Grace? karya Philip Yancey dan yang kedua adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Menariknya, dua buku ini sungguh berbeda, What's so Amazing about Grace adalah sebuah buku rohani, ditulis oleh seorang penulis Kristen yang sangat dihormati, sedangkan Laskar Pelangi adalah sebuah memoar yg ditulis dalam bentuk novel karya seorang pemuda melayu muslim yg sangat taat. Keduanya buku yang menakjubkan.
Khusus Laskar Pelangi, menurutku sangat istimewa, sarat kisah yang menyentuh, membuat orang yang membacanya mengerti bahwa keindahan kehidupan sangat tergantung dari cara kita memandangnya... Ada orang yang hidup berkelimpahan dan tampak sangat bahagia tetapi ternyata dalam hatinya merasa kering. Tetapi seorang bocah melayu, hidup serba kekurangan dan kesusahan, namun bisa menangkap sinar cahaya indahnya kehidupan ini...!
Hal lain yg menarik adalah, seperti yg diceritakan dlm novel tersebut, Andrea Hirata bukan lah "the best man" dalam kumpulan mereka yg disebut Laskar Pelangi itu. Ia hanya salah satu anak yg kadang terbengong-bengong di antara dua kutub kejeniusan Lintang dan Mahar, dua orang teman sekelasnya yang menjadi pusat kehidupan sekolah mereka. Tetapi, dia lah yg menjadi yang tersukses di antara mereka kemudian hari. Sekali lagi membuktikan bahwa bakat hanya sekian persen sebagai penentu kesuksesan...yang terbesar tetaplah KEMAUAN dan KERJA KERAS!
WAktu membaca buku ini, aku teringat pada seorang teman yang pernah berkata bahwa suatu hari nanti ia akan membuat buku tentang perjalanan hidupnya. Mungkin Laskar Pelangi dan 3 buku pasangannya (ingat ini adalah tetralogi) bisa menjadi referensi buatmu teman... Siapa tau, 5 atau 10 atau beberapa tahun lagi, kita akan membaca sebuah memoar lain yang akan ramai dibicarakan orang seperti Laskar Pelangi ini...!!
Selamat berjuang sahabat! Hidup itu seperti seberkas cahaya, keindahannya hanya dapat ditangkap oleh mata yang terlatih. Demikian juga hidup, keindahannya hanya bisa ditangkap oleh jiwa yang terlatih oleh kerendahan hati, kebaikan, dan kemurahan....
- mich -
Dua malam yang lalu klo ga salah... krn ga masuk kantor, jd bisa nonton acara aneh2 yg ada di televisi di negeri kita tercinta ini... kali ini ada sinetron lepas (stasiun tv dirahasiakan) dengan judul "Wewe Gombel", wekeekkek... judulnya aja ga menggugah selera... tapi mungkin bagi orang2 tertentu, judul itu justru menarik! Tapi berhubung ada masalah pada salauran kabel tv di kosku, maka siaran yg bisa diliat tanpa mata melakukan akomodasi maksimum hanya siaran tv tersebut, maka... aku mau ga mau harus melihat acara tsb.
Ada satu hal yang menarik perhatian dr sinetron tersebut, karena kali ini si setan "Sang Wewe Gombel", tidak sepenuhnya memegang peranan antagonis, malah cenderung protagonis. Jadi, dikisahkan si Wewe Gombel tersebut adalah setan yang suka menculik anak-anak kecil yang disia-siakan oleh keluarganya. Kemudian dia menuntut balas kepada orang2 yg telah menjahati si anak kecil, dan setelah kondisi keluarga itu kondusif (setelah pihak yg jahat disingkirkan), anak-anak yg diculik tersebut dikembalikan lagi kepada keluarganya. Dan berakhirlah kisah tersebut dengan "happy ending".
LUAR BIASA!!!! Televisi kita bukan hanya mendidik masyarakat untuk "menerima" keberadaan makhluk-makhluk halus sebagai bagian kehidupan sehari-hari, tapi sekarang juga membuat si setan sebagai tokoh protagonis, yang justru menghukum orang-orang jahat, mirip dengan apa yg dilakukan oleh para pahlawan film selama ini.
Ada apa sebenarnya yang sedang berlangsung dengan masyarakat kita???? Bukannya semakin maju dan jauh ke depan cara berpikir bangsa ini, tapi malah mundur ke zaman para kuntilanak, wewe gombel, peri, roh gentayangan, dll!! Sekarang, coba lihat bagaimana perilaku orang-orang di sekitar kita.... waktu lewat terowongan casablanca langsung bilang "jangan nunjuk2, nanti hantunya ngikutin", waktu lewat kuburan bulu kuduk langsung berdiri, klo liat bangunan tua ato pohon beringin besar langsung menekan klakson tanda permisi, malah ada yg sampai ngasi sesajen dll di tempat2 yg dianggap keramat!!!
Aku mungkin orang yang cukup ekstrim menentang hal2 yang bersifat takhayul (bener ga sih tulisannya, hehehehe... nulisnya aja anti :p), karena bagiku... rasa takut, rasa segan, bahkan rasa hormat yang demikian hanya layak diberikan bagi pada Tuhan... dan sesama manusia, tidak bagi para demit! Sudah begitu banyak masalah dalam hidup ini... cukup sulit untuk belajar menghormati dan berusaha menjaga perasaan manusia lain, tak perlu lah ditambah dengan segala kerepotan menghormati apalagi merasa takut dengan "yang bukan manusia", yang bahkan tidak punya kuasa atas jiwa dan hidupmu!!!
Sungguh miris, melihat orang memberi sesajen kepada dedemit, sementara pengemis yang kelaparan dibiarkan begitu saja...!
-mich-
"dasar goblok...", kata-kata itu meluncur pelan, nyaris seperti sebuah gumam, dari sebuah bibir mungil yang tampak mengkilat oleh sapuan lip gloss mahal. Sekilas aku pandang si pemilik bibir, lumayan cantik, yang pasti terawat dr ujung kaki sampai ujung rambut, bajunya bagus, casual tapi tentu saja bermerk. Wajahnya tampak ramah (soalnya ada beberapa orang yg emang tampak galak dr sononya, seperti diriku hahaha), pokoknya...rasanya tidak cocok sebuah kata makian, sekalipun hanya dibisikkan, keluar dari sosoknya.
bertolak belakang dengan orang yg sedang dia komentari "kegoblokannya", seorang kasir sederhana, dengan baju seragam lusuh swalayan tempatnya bekerja (mungkin karena sudah terlalu sering dicuci), semakin membuat sosoknya terasa inferior. Dengan suara sedikit bergetar (entah karena takut atau karena marah), dia menjawab, "Maaf, mba."
Pemandangan biasa. Peristiwa biasa. Cuma satu dari sekian banyak kejadian sehari-hari dalam hidup kita barangkali. Tapi... sekelumit rasa marah terbersit dalam hatiku. Mungkin kalau jiwa premanku tidak pernah diarahkan oleh kakak rohaniku sewaktu aku kuliah dulu, mungkin sudah kuwakili kasir itu untuk berkelahi dengan cewe (yg kuanggap) sok itu!
Hey nona... siapapun bisa melihat anda orang yg berada, dr baju, dandanan, dan mobil anda. Mungkin memang anda pintar, tapi itu BUKAN hal yang luar biasa. Anda punya segala fasilitas untuk menjadi pintar. Susu, makanan, dan suplemen paling mahal diberikan orang tua anda sejak anda masih kecil untuk memenuhi nutrisi anda supaya otak anda berkembang secara sempurna, les bahasa inggris, matematika, piano, dll supaya anda banyak keahlian, sekolah anda mungkin di luar negeri atau minimal di sekolah indonesia favorit, semua kebutuhan buku, komputer, dan apapun untuk menunjang pendidikan anda semuanya dicukupkan. SOOO... kalau anda tidak pintar, itu malah yang luar biasa!!!
Jadi... jangan pernah menghakimi orang lain karena mereka tidak sepintar anda!!!
Kasir yang salah entry, pelayan restoran yang lambat dalam melayani, OB yang tidak cepat mengerti apa yang kita inginkan... atau whateverlah... memang sering membuat emosi kita turun naik. Tapi kita tidak punya hak sama sekali untuk men-judge kondisi mereka. Ketidakpintaran mereka, kemiskinan mereka, atau tampang mereka. Tegurlah perilaku...bukan pribadi, tetapi jika tidak memungkinkan "di bawah empat mata" (= hanya ada kita dan dia), lebih baik kita DIAM...!! Rasanya sungguh jahat mengatakan kepada seseorang bahwa ia goblok, padahal kita tau mungkin memang dia tidak punya kesempatan untuk menjadi lebih pintar....
` mich `
Ha...
Paling seneng baca Kompas hari Minggu, selain banyak tulisan2 bagus, juga ada yang spesial: TTS-nya. Jadi ingat waktu pas masih nge-kos di Yogya, kita rame2 ngisi TTS Kompas Minggu. Padahal uda pake 4-5 kepala tuh, tp pasti teteeep aja ada 1 ato 2 kolom yg ga terisi. Nah, justru disitu lah menariknya TTS Kompas!!! Pokoknya, beda banget lah rasanya dengan ngisi TTS di buku2 TTS yg banyak dijual ama loper koran.
Hal2 kecil yang mendekatkan hubungan antar personal... huuhhh... sangat sulit didapatkan di Jakarta ini :(. Padahal Kompas-nya lebih pagi datangnya daripada di Yogya.. hehehe...
setelah selama dua minggu dan berhasil menonton hampir 40 film-film lama (termasuk yang uda pernah ditonton di masa lalu), inilah hasil review dr kacamata kuda, hehehehe:
A "must" list of old movies:
1. Amazing Grace ---> very recommended!!! Bagus banget, absolutely... one of d best movie in its time!
2. Rabbit-Fence Proof
3. The Italian
4. Facing the Giants
5. John Q
6. Philadelphia
7. I am Sam
8. Life is Beautiful.... still my most favourite...:)
9. Remember the Titans
10. Silence of the Lambs
11. Les Misserambles
12. Crash
Klo ada yg belon ditonton... cobe dehhh.... keren... hehehehe...
tadi malem nonton Kick Andy edisi yg agak special, krn syuting di Yogya dan tamunya ga main2: Sri Sultan Hamengkubuwono X.
banyak orang yang menganggap Sri Sultan yang satu ini kalah segalanya dr pendahulunya yg adalah ayahnya sendiri Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ya kalah pamor, kalah karismatik, kalah pinter, kalah sakti, dll lah. But, aku pikir tidak semua pendapat itu benar.
Ada beberapa pemikiran Sri Sultan X yang aku pikir jauh lebih maju dan bijaksana dibandingkan dengan almarhum ayahnya. Salah satu yang paling menonjol adalah penolakannya terhadap poligami yang merupakan hal yg sangat wajar dalam budaya kerajaan. Dia satu2nya sultan dalam sejarah kerajaan Yogya yang memilih untuk tidak mengambil selir. Dalam wawancara tadi malam, Sri Sultan mengemukakan beberapa alasan mengapa dia memilih monogami: 1. secara hati nurani, dia mengatakan tidak mungkin untuk bisa berlaku adil pada lebih dr 1 istri, 2. zaman yang sudah berubah, dimana di masa sekarang perempuan menuntut haknya untuk lebih dihargai. Poligami hanya akan menuai masalah baik bagi dirinya pribadi maupun dalam kaitannya dengan jabatannya (kata Sultan: ibu2 pasti demo setiap hari di depan istana klo dia poligami), 3. karena dia adalah anak produk pologami, maka dia TIDAK ingin anak2nya merasakan hal yang sama! Penyataan yang sungguh tidak egois!! walaupun sebagai konsekuensinya, mungkin pewaris kerajaan berikutnya bukanlah anak kandung Sri Sultan berhubung 5 org anaknya semuanya berjenis kelamin perempuan.
Tidak banyak pria, yang punya keleluasaan, kekuasaan, dan pemakluman untuk melakukan poligami, tetapi memilih untuk monogami!
Hal yang kedua yang cukup aku kagumi adalah pikiran2nya yang sangat maju sehingga banyak hal2 mistik yang sudah menjadi mitos dan ritual di daerah kesultanan Yogyakarta tidak terlalu dianggap olehnya. Pemikiran dan pendapatnya yg logis dan jauh dr hal mistik berkaitan dg gunung Merapi merupakan salah satu di antaranya.
Hmmmm... aku pikir, boleh juga Sultan yg satu ini...
karena bagiku, pemimpin itu dicetak, dibuat, diciptakan oleh suau proses, bukan sekedar dilahirkan. Gaung keteladanan jauuuhhh lebih nyaring daripada sebuah bakat yang disebut karisma!
- mich -
pada saat jam kantor dan ga ada kerjaan (hehehe... ini buka teladan yg baik ya..:p)
Recent Comments